Inti Semua Kebijaksanaan

Kisah ini didapat dari sebuah group di jejaring sosial—intinya adalah sebagai berikut:

Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka di dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan yang ada di dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan.

Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada semua mahaguru yang berhasil ia kumpulkan, “Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu.” Maka mulailah mahaguru meringkas kebijaksanaan. Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid.

“Itu masih terlalu banyak!,” kata sang raja, sambil menambahkan, “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling mendasar. Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke hanya ke dalam satu buku.

Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya. Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta.”

Sumber: operatorku.blogspot.com/2012/10/cerita-motivasi.html.

Memaknai Sapienza di Vita

sapienzadivita's avatar

Well, awalnya saya mengira sapienza tak berelasi sama sekali dengan sejenis spesies atau apa pun yang sekeluarga dengan homo sapiens—dan ternyata saya salah. Mengingat kedekatan kedua kata, akhirnya nalar ini pun menerima dan mencoba untuk meluruskan kekeliruan yang ada.

Sejatinya sapienza yang didapat dari bahasa ibu Ennio Morricone, bermakna serupa dengan sapiens yakni wisdom atau kebijaksanaan. Di vita yang menjadi nama belakang secara literal dapat dimaknai: hidup—masih dari bahasa yang sama, namun kali ini digunakan oleh Andrea Bocelli: di-ofvita-life. 

Ringkasnya sapienza di vita bersinonim dengan wisdom of life, hal yang membedakan homo sapiens  dengan spesies lainnya. Ya, manusia memang dianugerahi kebijaksanaan yang tiada habisnya jika terus diasah dan belajar dari pengalaman.

Lalu apa maksud penggunaan sapienza di vita sebagai alamat blog ini? Sederhana: kebijaksanaan. Blog ini dilahirkan dalam misinya untuk menyimpan berbagai kenangan asam-buruk-manis-pahit-asam-getir-apa-pun-itu; serta segala hal yang menggugah hati-pikiran-jiwa—segala hal yang mengasah sapienza di vita. Sebab ada kalanya homo sapiens bertindak out-of-logic dan memicu terabrasinya kepekaan hati-pikiran-jiwa.

Secara implisit, kehadiran blog ini merupakan racikan beberapa bumbu hidup; serta disajikan dan dikonsumsi demi kepuasan batin pemiliknya. Pemilik yang berharap dapat terus belajar hal-hal yang memaknai kehidupan lewat hal-hal di sekitarnya.

When wisdom enters into your heart and knowledge itself becomes pleasant to your very soul, thinking ability itself will keep guard over you, discernment itself will safeguard you…